Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Thursday, August 18, 2022

Finally, I am Officially Getting Married 😇

    

    Mendengar kata menikah, jadi teringat dulu saya dan 2 sahabat saya dalam sebuah perbincangan disuatu sore tepatnya 11 tahun lalu, menebak-nebak siapa yang akan menikah lebih dulu diantara kami bertiga. Sebut saja keduanya Tita dan Yuli, ketika itu saya dan Tita menebak begitu yakin, bahwa diantara kami bertiga, yang akan menikah lebih dulu adalah Yuli. Bukan tanpa sebab saya dan Tita menebaknya begitu, justru karena dari kami bertiga hanya Yuli yang memiliki pacar mapan diusianya yang belum menginjak 20 tahun. Sedang, saat itu saya dan Tita justru malah sedang antusias memikirkan bagaimana kami akan membangun karir sebelum memutuskan untuk menikah. Namun, kala itu kami juga iseng-iseng berandai ingin menikah di usia 25-27 tahun. Sungguh ya, saya baru sadar kalau obrolan yang ketika itu saya pikir hanya sebuah andai-andai, ternyata begitu dalam. 

    Di usianya yang belum menginjak 20, Yuli menikah dengan pria pilihannya, dan kami berpencar menjalani kehidupan baru masing-masing. Tita sibuk dengan kuliahnya dan kekasihnya, sedang saya sibuk berkelana, menjadi seorang blogger dan hidup berpindah-pindah. Hingga suatu waktu saya kembali berkomunikasi dengan Tita sahabat saya setelah kami berpisah bertahun-tahun, tidak saling berkomunikasi seperti ketika sekolah dulu. Di usianya yang ke-26 Tita memutuskan untuk menikah dengan kekasihnya, dan tak lama berselang, saya pun menikah di usia 27. Setelahnya, kami bertiga bertemu kembali dan mengenang masa-masa ketika kami berpisah cukup lama, banyak hal luar biasa terjadi dalam hidup kami. 

    Waaah, maaf ya openingnya terlalu panjang nih. hehe :D

Setelah menjalani kehidupan asmara yang pasang surut, pencarian yang seringnya berakhir gagal, finally! I am officialy getting married dengan seseorang yang tidak terduga, sesorang ternyata saya butuhkan dan menerima buruk baiknya saya. Walau agak lebay tapi akhirnya saya menemukan orang yang benar-benar ingin menjalani hidupnya bersama saya. I was so amazed! padahal awal pacaran memang gak expect bakal nikah atau la la la, kayak cuma ya sudah kita senang-senang aja dulu. Dan, ya! sekarang kehidupan saya memasuki babak baru yang akan lebih panjang dengan berbagai lika-liku di dalamnya. 

Obrolan 11 tahun lalu itu sekarang jadi seperti kaset yang bisa diputar kapan aja dengan player tape, barangkali memang banyak rencana-rencana atau andai yang akhirnya tercapai dan terjadi. Kita gak pernah tau. Tapi yang pasti, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini selalu tepat waktu. 

Kamu yang belum menikah gak perlu terburu-buru, apalagi hopeless. Karena menikah bukanlah perlombaan dan bukan hal yang wajib, semua terjadi ketika kita mau, kita siap dan ketika sudah waktunya. Menikah bisa dibilang ibadah paling panjang dan paling lama. Menikah gak seindah yang diframing dalam foto, film, atau apapun. Sebab, rasa bahagia, sedih, dan marah dalam pernikahan adalah hal yang lumrah yang bisa kita ciptakan bersama pasangan. 

Walaupun pernikahan yang saya jalani ini baru seumur jagung, tapi hari demi hari yang saya dan pasangan laluin adalah untuk belajar bersama. Belajar apa aja? ya belajar sabar, belajar mengatur perasaan, belajar mendengar dan menyemangati tanpa henti, belajar menerima satu sama lain, pokoknya banyak-banyak belajar. Untuk jadi versi terbaik dari diri kita, gak perlu takut untuk trial and error. Karena yang jelas, hidup ini berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan.



signature

Tuesday, September 26, 2017

Jadi Lebih Baik Dengan Perubahan Yang Positif

 Jadi Lebih Baik Dengan Berhijrah

Satu minggu yang lalu, sebelum memutuskan untuk berhijab, Fany sempat dirundung kebimbangan tentang niatnya untuk berhijrah dari yang buruk menjadi lebih baik. Godaan untuk mengurungkan niat pun datang dari berbagai hal seperti rasa takut tidak siap, takut cemo’ohan, bahkan takut pada berbagai hal menyangkut tanggapan lingkungan pekerjaannya tentang perubahannya nanti. Sepertinya hal tersebut memang kerap kali ditemui oleh mereka yang berniat hijrah, sehingga membuat mereka berpikir lagi tentang keputusannya. Namun, meskipun begitu apabila hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah sampai kepadanya, pastilah tidak ada lagi keragu-raguan yang mampu menghalangi niat baik tersebut. Kisah inspiratif ini datang dari sahabat saya sejak duduk dibangku sekolah menengah pertama.

“Berhijrahlah dari yang buruk menjadi baik, Berhijrahlah dan raih Ridho-Nya”

Jauh sebelum terbesit niat untuk berhijrah, Fany hanyalah salah satu dari banyak perempuan yang mempunyai masa lalu tak menyenangkan. Masa lalu yang membuatnya pernah sangat terpuruk, membuatnya hampir kehilangan arah dalam menentukan masa depannya. Sama seperti hampir kebanyakan orang, Fany berusaha bangkit dari keterpurukannya dan mengambil hikmah dari masa lalunya hingga ia berani memutuskan untuk berhijrah ke jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Saat ditanya alasannya hijrah, Fany menjawab karena ingin meninggalkan dan melupakan masa lalunya dan keinginannya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar menjadi perempuan saliha dan manusia yang lebih baik lagi.

Dalam berhijrah, tentu akan ada saja hal-hal yang menghalangi, tetapi semua itu adalah ujian yang dapat mengangkat derajat kita sebagai manusia menjadi lebih baik dengan perubahan yang positif. Bila ditanya hal tersulit apa ketika ingin berhijrah, jawabannya tentu karena keinginan dan hati berkata lain. Bisikan-bisikan dan hasutan pun kerap kali membuat niatnya hampir saja surut, seperti bisikan ketika nanti berhijab maka tidak akan cantik lagi, lebih terlihat seperti ibu-ibu, rambutnya tidak terurus, panas dan ribet. Namun, semua itu ia lawan dengan tekad yang kuat untuk menjadi manusia yang taat meskipun akan ada orang-orang yang tidak setuju dengan keputusannya.

Beberapa kali ia sempat meminta pendapat sang Ibunda tentang keputusannya tersebut, namun Ibundanya menyerahkan segala keputusan tersebut pada Fany, agar keyakinan itu semakin kuat dari hatinya sendiri dan bukan dari orang lain apalagi dari sang Ibu. Tidak sampai disitu, Fany juga mulai rajin melaksanakan sholat tahajud untuk mendapatkan ketenangan dan kelapangan hati dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beberapa kali Fany juga sempat bercerita pada saya tentang keinginannya untuk berhijrah, sebagai teman saya tentu merasa senang. Namun, saya juga tidak ingin memaksa apabila ia belum benar-benar merasa yakin. Sampai akhirnya saya tetap harus membantu meyakinkan bahwa tidak ada yang salah apabila kita memilih jalan yang benar, keraguan yang muncul hanyalah duri kecil yang mencoba menghalangi niat, tidak ada yang perlu ditakutkan.

Satu minggu kemudian, hari pertama ia menggunakan hijab setelah mantap akan keputusannya untuk berhijrah, ia merasa nervous, malu, takut, namun ia juga merasa aman, nyaman dan lega. Perasaan yang bercampur jadi satu ketika itu, tetapi ia tetap jalani secara perlahan tanpa ada perasaan terpaksa meskipun ia harus bangun lebih pagi untuk belajar menggunakan kerudung sebelum berangkat ke kantor. Tetapi, setelah hijrahnya justeru ia mendapat banyak repon positif dari lingkungan keluarga maupun lingkungan kerjanya. Banyak perubahan yang menurut saya cukup drastis pada Fany kini, ia jadi lebih mudah untuk mengikhlaskan segala hal yang memang bukan untuknya. Selain itu, rekan kerjanya yang biasa mem-bullying pun kini jadi mulai menjaga kata-katanya, menjaga sopan santunnya. Saya cukup salut dengan keputusan dan sikapnya, ia juga menjadi inspirasi buat saya untuk menjadi pribadi yang lebih taat, terutama dalam menjaga hidayah yang telah didapatkan. 

Saya juga bersyukur, karena dalam perjalanan menuju Ridho-Nya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga mengirimkan sahabat seperti Fany yang diberi hidayah untuk berhijrah dan menjadi seorang muslimah, membuat saya semakin bersemangat terutama dalam menuntut ilmu agama. Berharap Fany pun perlahan juga mulai belajar memperdalam ilmu agama sama-sama, menjadi wanita yang shaliha, sehingga persahabatan ini tidak hanya di dunia tetapi juga sampai ke akhirat.

Ketika kamu telah memutuskan untuk berhijrah, yakinlah dan jangan pernah ragu, berdo’a dan berserah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan meminta petunjuknya agar selalu diberi kekuatan untuk menetapkan hati atas keputusanmu untuk berhijrah. Berhijrahlah, kamu akan jadi lebih baik dengan berhijrah. Jangan menunggu nanti ketika hati sudah begitu yakin untuk berhijrah, sebab tidak ada yang tahu sampai dimana usia kita berakhir. Jangan sampai niat itu tak terlaksana karena terlalu sibuk dengan kesenangan dunia.

Saliha, tidak ada yang perlu ditakutkan saat memilih jadi lebih baik dengan berhijrah, sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjagamu, menguatkanmu, dan menuntunmu untuk selalu berada di jalan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga telah menjamin segala rizki saat kamu takut apabila keputusan hijrahmu mengubah keadaanmu, yakinlah bahwa dengan perubahan yang positif akan membuatmu jadi lebih baik. Masalah akan selalu ada disetiap langkah, namun dengan percaya kepada janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita akan bisa melewati segalanya.

Semoga kisah Fany, sahabat saya ini bisa menjadi inspirasi perempuan-perempuan yang masih ada keraguan dihatinya untuk berhijrah. Percayalah bahwa jodoh, rezeki dan maut telah diatur dan ditetapkan jauh sebelum kita lahir ke dunia ini. Jadi lebih baik dengan berhijrah, jadi lebih baik dengan perubahan yang positif.


signature

Thursday, June 22, 2017

#BlogStory: Favorite Blog Sites

 Favorite Blog Sites

Sebagai seorang blogger, tentunya saja juga memiliki daftar blog-blog kesukaan (favorite blog site) yang sering saya kunjungi untuk membaca tulisan-tulisan terbarunya, maupun membaca ulang tulisan lama yang menjadi bagian dari bacaan favorit saya. Blog-blog yang sering saya kunjungi ini merupakan blog favorit yang saya sukai dari gaya tulisannya, cara menyampaikanya, serta bahasanya. Saya sendiri kadang merasa terinspirasi setelah membaca blog-blog favorit saya, sehingga memacu saya untuk lebih giat lagi menulis serta banyak belajar bagaimana cara menyampaikan atau menyalurkan pikiran lewat tulisan tetapi sesuai dengan kemampuan berbahasa yang kita miliki. Tidak perlu berlebihan, sebenarnya saya lebih suka bacaan yang natural dari segi gaya bahasanya tanpa ada rasa keharusan merubah gaya bahasa. Saya yakin, dari tulisan-tulisan yang biasa saja cara penyampaiannya pasti akan menjadi lebih baik seiring berkembangnya wawasan dalam menulis. Saya pun merasakan hal tersebut terjadi pada diri saya pribadi, mulai dari awal menulis dengan bahasa atau gaya khas anak-anak sampai saya berusaha menemukan gaya penulisan saya sendiri. Bahkan, sampai sekarang pun saya masih terus belajar bagaimana cara menyampaikan sebuah tulisan dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah untuk dimengerti semua kalangan. Nah, dari blog-blog berikut ini saya belajar bagaimana cara menyajikan sebuah bacaan yang mudah dipahami. Simak yuk!
Ini adalah salah satu blog yang saya kunjungi di awal saya ngeblog untuk belajar beberapa tutorial yang Dani sampaikan melalui blognya. Bahasanya sangat sederhana dan mudah dimengerti, selain itu juga sangat jelas dan lengkap step by stepnya. Melalui blog Dani saya belajar mendesain blog yang cute. Tapi sayangnya, di tahun 2015 Dani memosting pemberitahuan bahwa dirinya akan berhenti ngeblog dikarenakan kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Meskipun begitu, saya masih sering mencari beberapa tutorial untuk keperluan desain blog melalui postingan-postingan di blognya.
Di tahun 2013 saya nemu blog yang isinya seperti curhatan si pemilik blog, karena dari semua postingan di blognya adalah menceritakan kerinduannya maupun kejadian sehari-hari yang ia alami. Tapi sayangnya, blog ini sudah tidak di update lagi sejak tahun 2002 silam. Jadi setiap saya mengunjungi blognya, saya selalu membaca ulang beberapa postingan yang benar-benar membuat saya rindu. Dari gaya penyampaiannya sangat sederhana khas anak muda yang menyampaikan thinking and feeling yang masih alami, meskipun dengan penulisan yang masih cukup berantakan. Meskipun ini blog lama, tapi setiap konten yang ia posting seperti sesuatu yang hidup bagi saya. Itulah mengapa saya mem-bookmark Dark Side of Josh di laman bar saya.
Saya bukan orang yang suka apalagi paham tentang tanaman, tetapi melalui blog Mbak Dani ini saya mendadak jatuh cinta dengan tanaman dan mulai menanam beberapa jenis sayuran dan buah di halaman belakang rumah. Kecintaan Mbak Dani terhadap tanaman-lah yang menginspirasi saya untuk belajar mau tahu lebih tentang apa yang selama ini kita sebut sayur. Saya suka masak, tetapi tidak pernah mempelajari lebih tentang apa yang saya masak dan manfaatnya. Nah, berkat adanya blog Nimadesriandani inilah saya merasa terbantu untuk mempelajari lebih tentang tanaman. Tidak hanya itu, gaya penyampaiannya pun saya yakin beliau orang yang sangat ramah.


Dari tiga blog favorite yang saya sebutkan, ketiganya berbagi hal yang berbeda, dengan gaya penyampaian yang berbeda, bahasa yang berbeda dan arti lebih yang beda buat saya sebagai pembaca setia blog mereka.  Tapi, dengan kita melahap berbagai macam tulisan (cuma yang positif lho ya XD), kita jadi lebih tahu, dan lebih bisa memilih bacaan seperti apa yang menginspirasi, serta menentukan cara menyampaikan yang seperti apa sih yang sesuai dengan diri kita. Sekian


signature
Not A Planning Blog © , All Rights Reserved.