Wednesday, June 28, 2017

Diary Ramadhan: Selfie Yang Dapat Mengurangi Pahala


Disuatu siang segerombolan anak abege yang sibuk ber-wefie dan ber-selfie ria disebuah mall.

“eh, eh, kita selfie dulu yuk”

Cekrekk! Cekrekk!

“eh, lagi dong lagi”

Cekrekk! Cekrekk!

“ih baguus, eh post ke ig tag gue yak”

“gue juga”, “gue juga yak”,

“sip, ntar gue tag semuanya”

Temen-temen pernah gini waktu kumpul sama sahabat? Waktu kita jalan-jalan ke mall atau tempat-tempat rekreasi lainnya, pastilah selfie merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan untuk mengabadikan momen ketika itu. Saya sendiri tidak memungkiri kalau saya juga suka ber-selfie, tapi bedanya, saya kurang suka meng-upload foto-foto selfie saya ke media social. Alasannya simple, saya gak mau terlihat mencolok saat mendapati momen yang menyenangkan. Lalu fotonya dikemanakan? Ya saya simpen aja di laptop atau kadang ada beberapa yang saya cetak dan ditempelkan di dinding meja kerja saya. Kalau temen-temen sendiri lebih suka meng-upload ke medsos atau menyimpannya?

Menurut saya, selfie adalah hal yang sah-sah saja asalkan tidak berlebihan seperti selfie yang mengganggu orang lain, selfie yang membuat cinta terhadap diri sendiri jadi berlebih, atau selfie yang dapat mengurangi pahala. Nah, yang satu ini temen-temen udah pada tau belum kalau selfie juga ada yang bisa mengurangi pahala lho. Kok bisa? Iya kalau selfienya bersifat riya. Terlebih di bulan Ramadhan yang baru aja meninggalkan kita, jangan sampai pahala kita hilang begitu saja gara-gara kita asyik selfie tanpa mempertimbangkan atau mencari tau selfie yang seperti apa saja yang dapat mengurangi pahala kita.

Selama bulan Ramadhan kemarin pun, saat saya menyempatkan diri beberapa kali berselancar di media social, saya menemukan banyak sekali teman-teman di media social yang rajin meng-upload foto selfie / wefie saat sedang berbuka puasa, saat sahur bersama, saat shalat tarawih, maupun saat berbagi. Ada beberapa di antaranya teman lama saya waktu di sekolah dulu, dan tanpa pikir panjang saya pun menegurnya sekedar mengingatkan. Ada yang merespon dengan senang hati, ada juga yang tidak senang, maaf ya... saya gemes aja gitu lihatnya, hehehe... Sebenarnya sangat di sayangkan apabila kita yang sudah mengerti foto-foto seperti apa yang tidak boleh kita share tapi masih kita lakukan, kan sayang pahalanya jadi hilang. Tapi kalau niatnya memberi contoh? Nah, kalau yang ini beda lagi ya. Memberi contoh atau mengajak kepada kebaikan itu boleh banget, apalagi dibulan Ramadhan. Tapi, sebaiknya bukan foto selfie diri kita yang sedang melakukan kebaikan tersebut, karena bisa menimbulkan sifat riya. Riya sendiri di dalam islam jelas dilarang, maka sebab itu kita pun harus berhati-hati membagikan momen-momen yang kita lakukan ke media social agar tidak terjadi riya.

Selfie Yang Dapat Mengurangi Pahala

Nah, sekarangkan temen-temen jadi pada tau nih kalau selfie yang saya sebutkan tadi itu sebenarnya tidak boleh karena dapat mengurangi pahala, jadi jangan dilakukan lagi yaa supaya amal ibadah yang sudah kita lakukan tidak hilang begitu saja. Bukan hanya selfie, status yang menjelaskan diri kita telah melakukan ibadah pun juga dapat menghilangkan pahala, gak mau dong kalau ibadahnya sia-sia? Yuk, kita belajar menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengurangi pahala.


signature

No comments:

Post a Comment

< > Home
Not A Planning Blog © , All Rights Reserved.